Bongkar muat barang berhari-hari, tumpukan kertas yang menenggelamkan meja, surat jalan atau barang hilang bagai misteri, adalah gambaran logistik peti kemas tiga atau empat dekade lalu. Birokrasi serba manual membuat pencarian informasi barang tak kunjung menemui titik temu. Begitu barang keluar dari gudang, pengirim hanya bisa pasrah menantikan barangnya sampai di tujuan tanpa bisa mengetahui posisi barang secara real-time. Rasa cemas kerap muncul ketika telepon kabel tak kunjung tersambung. Bisnis berjalan lambat karena pengiriman barang masih mengandalkan tenaga manusia dan transportasi kapal yang sederhana.
Sebagai sebuah negara kepulauan yang memiliki 17.380 pulau, sektor logistik memiliki peran vital terhadap perekonomian Indonesia. Rantai pasok berperan untuk menghubungkan produsen, distributor, dan konsumen yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, bahkan dunia. Dikutip dari situs Asosiasi Logistik Indonesia, sektor transportasi dan pergudangan yang memiliki kaitan erat dengan logistik menyumbang 5-7 persen terhadap total Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2024, dan diprediksi terus tumbuh setiap tahun. Bisa dibayangkan apabila sektor ini tidak didukung sumber daya berkualitas, maka roda ekonomi akan terhambat.
Pada era digitalisasi dengan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan, jasa logistik membutuhkan lebih dari sekadar kapal atau pesawat. Digitalisasi logistik adalah kebutuhan, bukan lagi opsi, agar dapat bersaing di pasar global. Misalnya, penerapan teknologi Internet of Things (IoT) dengan memasang Global Positioning System (GPS) pada kapal dan truk membuat pelanggan dapat memantau pergerakan barang secara real-time. Dengan demikian, akan tercipta transparansi rantai pasok, percepatan pelayanan, serta biaya operasional dapat ditekan karena proses manual yang boros digantikan oleh sistem otomatis berbasis data.
Digitalisasi logistik tidak hanya dibutuhkan perusahaan B2C/C2C. Perusahaan pengiriman kontainer antarpulau (B2B) juga harus menerapkan digitalisasi. Guna menjawab tantangan tersebut, PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) hadir sebagai salah satu pelopor perusahaan pengiriman peti kemas berbasis teknologi terbesar di Indonesia.
Lebih Dekat dengan PT SPIL
PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) memulai perjalanan sebagai perusahaan jasa pengangkutan barang antarpulau tahun 1970 dengan nama PT Samudera Pacific. Perusahaan yang berkantor pusat di Surabaya ini sejak tahun 2000 sudah menjangkau wilayah Indonesia Timur. Pengiriman pertama ke Indonesia Timur adalah ke Kota Sorong.
Perusahaan terus berkembang hingga pada 2009 berhasil memiliki 20 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Sejak 2017 PT SPIL bertransformasi menjadi industri pelayaran dan logistik yang menerapkan digitalisasi dengan meluncurkan aplikasi mySPIL Reloaded. Melalui aplikasi tersebut, perseroan yang memiliki visi menjadi perusahaan pelayaran terbaik yang menggerakkan perekonomian ini mulai menghapus sistem birokrasi manual dan meningkatkan transparansi melalui mySPIL. Dalam satu aplikasi tersebut, PT SPIL menyediakan berbagai layanan logistik mulai dari sea freight, air freight, hingga land transport.
Per Oktober 2025, PT SPIL telah memiliki 60+ kapal kontainer dengan kapasitas ±80.000 TEUs, 130+ prime mover & trailer untuk angkutan darat, 12 kapal breakbulk dengan kapasitas 55.000 DWT, 3 kapal Roro untuk kendaraan, 32 reach stacker dan 14 floating barge crane, serta memiliki jaringan di 39 pelabuhan. Dengan peralatan dan jaringan yang dimiliki tersebut, SPIL dapat melayani pengiriman baik skala kecil maupun besar secara rutin.
SPIL: One Stop Cargo Solution
PT SPIL bukan sekadar perusahaan kargo yang melayani pengiriman barang antar pelabuhan. Sebagai upaya mengatasi biaya logistik yang tinggi, PT SPIL membuat jasa logistik model end-to-end. Bagaimana model tersebut bekerja? PT SPIL menyediakan jasa door to door dengan menjemput barang di lokasi pengirim menggunakan truk menuju pelabuhan. Lalu, setelah sampai di pelabuhan, siapa yang mengurus dokumen dan proses muat ke atas kapal? PT SPIL menyediakan semua jasanya. Perusahaan kargo ini akan mengurus administrasi yang dibutuhkan dan menaikkan barang ke atas kapal. Setelah itu, barang akan dikirim ke pelabuhan tujuan menggunakan kapal milik PT SPIL.
Saat sampai di pelabuhan tujuan, barang diturunkan dari kapal dan dimasukkan dalam werehouse (gudang modern) milik PT SPIL. Selanjutnya barang akan dikirim lewat jalur darat menggunakan truk milik PT SPIL menuju alamat tujuan. Semua proses ini dapat di tracking oleh pelanggan di aplikasi mySPIL. Dengan model end-to-end ini, biaya logistik dapat ditekan sebesar 15-20 persen.
PT SPIL saat ini memiliki jadwal kapal yang tetap serta terintegrasi dengan aplikasi mySPIL sehingga pelanggan tidak perlu cemas memikirkan ketidakpastian waktu pengiriman. Jumlah armada yang banyak dan beragam membuat PT SPIL dapat menjangkau sampai daerah terkecil seperti desa.
Cara Membuat Akun di mySPIL
Agar pelanggan dapat menikmati layanan digitalisasi logistik di aplikasi mySPIL, maka pelanggan perlu membuat akun terlebih dahulu. Berikut cara membuat akun di mySPIL.
- Buka aplikasi Play Store atau App Store.
- Cari "mySPIL Reloaded", lalu unduh aplikasi tersebut.
- Pilih menu "Account", selanjutnya klik "Sign up".
- Isi data diri meliputi username, password, entity (PT, CV UD, Toko, FA, Yayasan, PD, LTD, atau Perorangan). Selanjutnya isi company name. Apabila pada entity memilih perseorangan, maka company name diisi dengan nama lengkap pemilik akun. Masukkan alamat lengkap, kode pos, email, nomor handphone, NPWP, serta alamat NPWP. Lalu, klik "Submit".
- Tunggu sampai ada email masuk untuk aktivasi akun.
- Aktivasi akun melalui email yang dikirim. Setelah verifikasi berhasil, pelanggan dapat login ke aplikasi mySPIL menggunakan username dan password yang telah di daftarkan.
mySPIL Reloaded: Logistic Super App!
mySPIL Reloaded merupakan platform digitalisasi logistik milik PT SPIL yang diluncurkan sejak 2017. Aplikasi ini hadir untuk mengubah wajah logistik yang dahulu serba manual ditulis menggunakan kertas, diganti dengan digitalisasi dalam satu genggaman. Isi menu pada aplikasi ini sangat beragam. Saya akan coba membahasnya di sini.
- mySPILCall: untuk berkomunikasi pesan suara dengan tim call center SPIL melalui aplikasi sehingga tidak perlu menggunakan pulsa atau pihak ketiga. Hanya memerlukan koneksi internet saja.
- mySPIL Chat: untuk berkomunikasi secara tertulis dengan tim call center SPIL. Fitur mySPIL Chat atau mySPILCall dapat digunakan ketika pelanggan mengalami kendala dalam proses pengiriman.
- Pemberitahuan untuk mengecek informasi apapun dari aplikasi.
- Cara Pembayaran berisi informasi pembayaran yang dapat dilakukan dengan metode virtual account, bank transfer, atau paylater.
Lalu, di bawahnya ada menu berikut.
- mySPIL Points: bisa didapatkan ketika membuat booking, e-SI, e-BL, atau membayar invoice sebelum tanggal jatuh tempo. Setiap 1 poin mySPIL setara dengan Rp1. Poin ini dapat ditukar menjadi saldo Alfagift, LinkAja, Dana, ShopeePay, OVO, Gopay, BCA, dan Mandiri.
- Stuffing: untuk mengetahui barang yang sedang dimuat ke dalam kontainer.
- On Board: untuk mengetahui kalau barang atau kontainer sudah dimuat ke atas kapal dan siap dikirim ke alamat tujuan.
- Stripping: untuk mengetahui barang yang sedang dibongkar dari kontainer setelah tiba di pelabuhan tujuan.
Bentuk layanan mySPIL ada tiga yaitu:
- Sea Freight yaitu pengiriman barang lewat perairan laut. Biasanya untuk mengirim barang dengan volume besar dan jarak yang jauh. Saat mengirim barang melalui jalur laut, pelanggan dapat memilih diantara dua jenis layanan yaitu Full Container Load (FCL) di mana satu kontainer penuh digunakan untuk satu pengirim. Atau memilih Less than Container Load (LCL) yaitu barang dari beberapa pengirim digabungkan dalam satu kontainer. Ketika booking pelanggan akan langsung melihat pilihan jenis kapal, rute, jadwal keberangkatan, hingga biaya yang harus dikeluarkan.
- Air Freight yaitu pengiriman barang melalui jalur udara dalam waktu yang cepat dan jangkauan lebih luas. Saat booking pelanggan akan diminta mengisi alamat penjemputan dan pengiriman barang, serta detail paket yang akan dikirim meliputi tipe, kategori, jumlah, berat, hingga deskripsi paket.
- Land Transport yaitu pengiriman lewat jalur darat yang bisa menjangkau sampai ke desa. Ketika booking, pelanggan diminta mengisi alamat penjemputan, pengiriman, jadwal pickup, serta memilih jenis kendaraan yang tersedia antara lain Car, Van, Small Box, Pickup, Engkel Box, Engkel Pickup, Double Engkel Box, Double Engkle Pickup, CDD Long, Fuso Box, Fuso Pickup, Tronton Wing Box, Tronton Box, atau Tronton Pick Up.
Selain menu-menu di atas, mySPIL memiliki beberapa menu unggulan lain yaitu:
- Tracking: menu ini memudahkan pelanggan untuk melacak barang yang dikirim dengan mudah, akurat, dan real-time. Setelah memasukkan B/L number, container number, atau tallysheet number, pelangggan akan mendapatkan informasi lokasi terkini dari barang atau kontainer yang dikirim. Pelanggan juga akan mendapatkan estimasi waktu kedatangan barang. Bye-bye "blind spot" pengiriman!
- myDO: untuk mengelola permintaan dan pencetakan electronic Delivery Order (e-DO). Menu ini dapat memudahkan proses pengambilan barang dari pelabuhan menjadi lebih efisien dan terintegrasi. myDo adalah sistem yang memangkas birokrasi fisik di pelabuhan sehingga barang bisa keluar dengan cepat.
- Seal Purchase: untuk membeli segel kontainer secara online. Pada pembelian segel ini, pelanggan dapat memilih opsi online pickup seal, dan segel akan dikirim ke alamat tujuan setelah pembayaran berhasil dilakukan.
Penerang di tengah Gelapnya Logistik Maritim
Kehadiran mySPIL Reloaded memberikan dampak efisiensi waktu dan biaya. Kalau dahulu pelanggan butuh waktu berjam-jam bahkan hari untuk mengirim barang menggunakan peti kemas, kini cukup diselesaikan dalam hitungan menit saja, dalam satu genggaman, melalui e-booking dan e-payment.
Sistem logistik end-to-end yang dimiliki PT SPIL bisa menekan biaya operasional tak terduga. Semua biaya sudah ada transparan di aplikasi mySPIL. Selain itu, mulai tahun 2022 PT SPIL juga bekerja sama dengan Pelindo untuk menerapkan Application Programming Interface (API) dalam proses bongkar muat di pelabuhan melalui e-DO untuk memudahkan proses pengambilan kontainer. PT SPIL menjadi pelopor perusahaan pelayaran dan logistik yang berkolaborasi dengan Pelindo untuk menerapkan sistem tersebut.
Penekanan biaya logistik yang berhasil dilakukan oleh PT SPIL sejalan dengan visi pemerintah untuk menurunkan rasio biaya logistik terhadap PDB yang saat ini masih berada angka 14 persen. Efisiensi biaya logistik melalui mySPIL diharapkan juga dapat menurunkan harga barang, khususnya di wilayah Indonesia Timur.
Selain tenang karena bisa mengecek ongkos kirim dengan mudah lewat aplikasi, para pengguna juga bisa tenang memantau barang dari gudang asal ke gudang tujuan dengan sistem track & trace.
Sekarang sudah saatnya para pebisnis mengatur strategi logistik dengan satu klik bersama mySPIL Reloaded!
***
Referensi:
https://spil.co.id/id
ALI Optimis Industri Rantai Pasok & Logistik 2025 Masih Cerah (https://www.ali.web.id/web2/news_detail.php?id=2192)
SPIL: Perusahaan Cargo Terbesar di Indonesia (https://www.spil.co.id/blogs/perusahaan-cargo/)
Percepat Proses Digitalisasi di Pelabuhan, PT SPIL Berkolaborasi dengan Pelindo (https://industri.kontan.co.id/news/percepat-proses-digitalisasi-di-pelabuhan-pt-spil-berkolaborasi-dengan-pelindo)
Biaya Logistik 14 Persen PDB,Pemerintah Turunkan Bertahap (https://www.tempo.co/ekonomi/biaya-logistik-14-persen-pdb-pemerintah-turunkan-bertahap-2129031)









0 Komentar