Cita-Cita Naik MRT Terwujud!

Kartu Single-Trip MRT

Setiap berkunjung ke kota lain, entah kenapa aku suka banget nyobain moda transportasi massalnya. Kuliah di Jakarta selama 3 tahun, hampir semua transportasi publik sudah pernah aku coba. Mulai dari KRL Commuter Line, Bajaj, TransJakarta, Kopaja, Angkutan Umum (Angkot), Taksi Online dan Offline, Ojek Online dan Offline, serta MetroMini.

Pada tanggal 24 Maret 2019, Presiden Joko Widodo meresmikan moda transportasi baru, yaitu Mass Rapid Transit atau yang biasa kita kenal dengan MRT. Saat itu aku sudah pulang dan menetap di Banjarnegara. Bercita-cita untuk mencoba MRT tahun 2020, ternyata nggak perlu nunggu sampai tahun depan. Tanggal 9 Agustus 2019 kemarin aku sudah naik MRT! Ditemani Rika dan Mas Nobi, kami naik MRT dari Stasiun Dukuh Atas.

Live Music di Terowongan Jalan Kendal

For your information, Stasiun Dukuh Atas ini keren banget. Kenapa? Karena terintegrasi dengan stasiun kereta bandara, LRT, TransJakarta, dan KRL (Stasiun Sudirman). Terowongan Jalan Kendal sekarang juga sudah ditutup untuk kendaraan dan hanya digunakan oleh pejalan kaki. Dinding terowongan disulap dengan mural art oleh IMURAL.

Waktu kami lewat malam hari, tempat yang juga dihiasi lampu warna-warni ini sedang ada pertunjukan live music. Penonton yang lewat untuk transit setelah beraktivitas seharian nampak menikmati hiburan gratis tersebut. Sepertinya memang ada hiburan di sini setiap malamnya.

Sesampainya di Stasiun Dukuh Atas, kami membeli tiket untuk naik MRT. Hampir sama dengan KRL, tiket elektronik untuk MRT juga ada dua jenis yaitu single-trip dan dan multi-trip. Kalau di KRL harga jaminan kartu Rp10.000, di MRT ini memang lebih mahal yaitu Rp15.000. Uang tersebut bisa di refund setelah perjalanan, ya. Untuk tarifnya, jarak terdekat dikenakan biaya Rp3.000, sedangkan paling jauh yaitu Bundaran HI - Lebak Bulus Rp14.000.

Mass Rapid Transit (MRT)

Bentuk larangan KRL dan MRT sama saja, seperti dilarang membawa binatang, dilarang duduk di lantai kereta, serta dilarang makan dan minum. Untungnya nggak dilarang membawa pasangan.

Begitu masuk kereta, aku mengamati penumpang lain. Sebagian besar pengguna MRT ternyata kelas menengah ke atas. Kok tahu? Kelihatan sih dari penampilan mereka. Oh iya, ada gerbong khusus untuk wanita juga, lho. Tapi hanya satu yaitu paling depan. Setiap gerbongnya dipantau oleh CCTV. Untuk waktu tempuh terjauh, Stasiun Bundaran HI ke Lebak Bulus ditempuh selama 30 menit. Sebentar banget dibanding naik kendaraan pribadi yang harus macet sana-sini.

Tempat Sampah di Stasiun MRT

Fasilitas disetiap stasiun cukup banyak. Ada toilet pria, wanita, dan disabilitas. Tersedia juga mushola, toko ritel, ruang untuk laktasi, dan ruang P3K. Eskalator dan lift masih berfungsi dengan normal. Masih baru sih, ya, hehe. Tempat sampah yang disediakan dibagi dalam 3 kategori yaitu sampah organik, non organik, dan B3.

Fasilitas yang kurang menurut ku adalah tempat tap kartu. Jumlahnya masih sedikit sehingga saat jam berangkat atau pulang kerja, antriannya sangat panjang. Semoga bisa segera ditambah, ya. Terima kasih Rika dan Mas Nobi yang sudah mewujudkan cita-cita ku lebih cepat dari target. 💛

You Might Also Like

0 comments