Nostalgia Zaman Dulu di Pasar Lodra Jaya

Suasana Pasar Lodra Jaya Dari Atas 
(Foto: Albar Muzaqi)

Hallo, guys! Lama tak berjumpa. Sepertinya di Banjarnegara sedang heboh tentang Destinasi Digital yang katanya membuat kita nostalgia ke zaman dulu. Apa sih Destinasi Digital itu?

Destinasi Digital, nama yang dipopulerkan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya merupakan tempat wisata yang cameragenic atau instagramable dengan berbagai spot selfie yang ada dan ketika diunggah ke media sosial langsung mendapat respon positif. Promosi yang dilakukan juga secara digital yaitu dengan menggunakan media sosial yang menjadi tempat anak-anak milenial melakukan search and share.

Nah, di Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah ada Destinasi Digital pertama yang diberi nama Pasar Lodra Jaya. Destinasi yang dibuat oleh GenPI (Generasi Pesona Indonesia) Banjarnegara ini terletak di Desa Winong, Kecamatan Bawang, dan baru saja diresmikan oleh Pak Lucky Bastari, Pajabat Fungsional Pemasaran I Regional 2 Kementerian Pariwisata RI pada hari Minggu, 18 November 2018. Peresmian ditandai dengan pemukulan lesung bersama Wakil Bupati Banjarnegara, Ketua Komisi 2 DPRD Banjarnegara, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, perwakilan Polres Banjarnegara, Camat Bawang, Kepala Desa Winong, dan Pak Solatun selaku pemilik lahan. Kementerian Pariwisata menargetkan 100 Destinasi Digital di tahun 2018 dan sekarang sudah ada 54 destinasi salah satunya di Kabupaten Banjarnegara. Wow! Bangga ya, hehehe

Pemukulan Lesung Sebagai Simbolis Peresmian Pasar Lodra Jaya 
(Foto: Albar Muzaqi)

Kenapa diberi nama Pasar Lodra Jaya? Mbah Lodra merupakan prajurit Pangeran Diponegoro yang menjadi pendiri Desa Winong dan diangkat menjadi lurah pertama oleh masyarakat setempat. Dengan menggunakan nama Lodra Jaya, harapan kami destinasi ini bisa ramai, sukses, dan jaya sehingga masyarakat makin sejahtera.

Pintu Masuk Pasar Lodra Jaya
(Foto: Jeimifa)

Berdiri di atas tanah pribadi milik Pak Solatun, Pasar Lodra Jaya mengusung konsep nuansa alam dengan didukung spot selfie yang instagramable khas pariwisata dan produk unggulan Kabupaten Banjarnegara. Inilah yang membedakan Pasar Lodra Jaya dengan pasar digital lain di Indonesia. Pengunjung yang datang ke Pasar Lodra Jaya akan disambut dengan gapura Candi Arjuna di depan pintu masuk. Candi Arjuna merupakan salah satu wisata unggulan di Jawa Tengah yang telah masuk dalam daftar Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Selama ini, masyarakat menganggap bahwa Candi Arjuna masuk wilayah Wonosobo. Dengan adanya replika Candi Arjuna di pintu masuk Pasar Lodra Jaya, pelan-pelan GenPI mengedukasi bahwa candi tersebut berada di Kabupaten Banjarnegara.

Panggonan Ijol Duit
(Foto: Jeimifa)













Setelah melewati pintu masuk, kita akan menjumpai Panggonan Ijol Duit (Tempat Penukaran Uang). Transaksi yang dilakukan di pasar zaman now ini tidak menggunakan uang rupiah buatan Bank Indonesia, akan tetapi pengunjung harus menukarkannya terlebih dahulu dengan koin yang terbuat dari kayu. Kethip adalah nama mata uang resmi di Pasar Lodra Jaya. Satu kethip senilai Rp 2.500,-. Jangan khawatir gaes, kalau uang kethip kamu nggak habis, bisa ditukarkan ke rupiah lagi di dekat pintu keluar ya.




Kethip, Mata Uang Pasar Lodra Jaya
(Foto: Jeimifa)

Di Pasar Lodra Jaya terdapat 20 lapak yang menjual berbagai makanan berat, kudapan, minuman, dan kerajinan. Ada 18 lapak yang menjual makanan dan minuman seperti Pecel Pincuk, Soto Gobyos, Rujak Soun, Sega Jengkol, Sega Jagung, Ayam Geprek, Cimplung, Wedhang Rempah, Es Dawet Ayu, Es Woh-wohan, Es Badeg, Jajanan Ndesa, Sate Maknyus, Serabi, Es Sumsum Kluwung Bangjo, dan Kopi Banjar. Untuk 2 lapak kerajinan menjual berbagai permainan anak yang terbuat dari bambu, tanah liat, dan berbagai kerajinan lain yang ada di Banjarnegara.

Lapak Kerajinan
(Foto: Jeimifa)

Suasana zaman dahulu semakin terasa di Pasar Lodra Jaya ketika kita melihat penjual yang mengenakan baju tradisional berupa lurik dan kebaya. Tempat yang digunakan untuk makanan dan minuman pun menggunakan bahan dari tempurung kelapa, bambu, rotan, dan tanah liat. Lapak yang digunakan untuk jualan terbuat dari bambu dengan atap dari daun nipah. Tradisional sekali kan? Hehehe

Peralatan Tradisional Di Lapak Makanan dan Minuman
(Foto: Albar Muzaqi)

Pasar yang mulai beroperasi sejak 4 November 2018 ini meminimalisir penggunaan plastik lho. Pengunjung yang ingin berbelanja banyak, bahkan sampai dibawa pulang bisa membeli keranjang dari bambu untuk tempat belanjaan. Pasar Lodra Jaya juga dilengkapi dengan fasilitas parkir dan toilet ya gaes. Oh iya, demi kenyamanan pengunjung, sebagian besar wilayah pasar merupakan area yang dilarang untuk tempat merokok. Kami telah meyediakan Panggonan Udud (Tempat Merokok) di dekat toilet. Jadi, untuk pengunjung yang ingin merokok bisa di tempat yang telah disediakan.

Panggonan Motret di Bagian Atas
(Foto: @mbanjarmenulis)

Pasar Lodra Jaya ini unik karena lokasinya ada 3 (tiga) tingkatan. Bagian atas (bukit) ada Panggonan Motret (Tempat Foto) atau bahasa kerennya spot selfie, dari tampah yang dikreasi/ditulis manual menggunakan tangan oleh teman-teman dari @mbanjarmenulis. Pengunjung juga bisa foto dengan latar belakang suasana pasar.


Bagian tengah, ada 13 Lapak, 2 Panggonan Ijol Duit, Panggung, Panggonan Kreativitas Bocah (Tempat Kreativitas Anak) dan Panggonan Dolanan Bocah (Tempat Permainan Anak)Tempat kreativitas anak menyajikan kerajinan seperti celengan dari tanah liat. Dengan membayar 10 kethip, pengunjung terutama anak-anak, bisa mengecat langsung di tempat dan hasilnya bisa dibawa pulang. Zona permainan anak terdapat beberapa permainan zaman dahulu seperti egrang bambu, egrang bathok, sunda manda, dan loncat tali. Namanya memang panggonan dolanan bocah, tapi orang dewasa juga bisa ikut bermain untuk nostalgia ketika kamu masih kecil.

Sedangkan untuk area bawah, ada 7 lapak, panggonan udud, toilet, dan spot selfie dari bambu yang bisa kamu manfaatkan untuk foto bersama keluarga, teman, atau pacar orang, eh.

Duta Wisata Banjarnegara Saat Berkunjung ke Pasar Lodra Jaya
(Foto: Jeimifa)

Kalau pintu masuk pasar ada replika Candi Arjuna, di pintu keluar ada replika Keranjang Dawet Ayu. Dawet Ayu merupakan salah satu produk unggulan Kabupaten Banjarnegara yang sudah terkenal sampai ke pelosok negeri ini. Oleh karena itu, GenPI Banjarnegara mengangkat spot selfie Keranjang Dawet Ayu di pintu keluar.

Bagaimana tertarik untuk datang ke Pasar Lodra Jaya kan? Kami buka setiap hari Minggu pukul 07.00-12.00 WIB, ya. Kalau mau ke pasar tapi belum tahu rute jalannya, kamu bisa membuka google maps karena Pasar Lodra Jaya sudah ada disitu. Jangan lupa setelah ke pasar, upload foto kamu di media sosial dan tandai akun @pasarlodrajaya serta beri hastag #PasarLodraJaya.

Tak enteni tekamu nang Pasar Lodra Jaya (Aku tunggu kehadiranmu di Pasar Lodra Jaya).

You Might Also Like

3 komentar

  1. Woww Wooww..keliatannya asik ya, piknik di pasar zaman kuno?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asik banget kak. Yukk cobain sensasinya ke Pasar Lodra Jaya 😊

      Hapus
  2. Makasih informasinya mba Sofi,

    BalasHapus