Mengenal Domba Batur dan Cara Membuat Lukisan dari Bulu Domba

Domba batur
Festival Domba Batur 2019 (Foto by Jeimifa)

Setiap mengunjungi suatu daerah, selalu ada ha-hal baru yang akan kita temukan. Entah itu budaya, adat istiadat, kain tradisional, makanan, kerajinan, atau hewan piaraan warga setempat. Perbedaan inilah yang menjadikan setiap kota di Indonesia menarik untuk disambangi. Benar, kan?

Aku sangat antusias ketika datang sebuah ajakan untuk berkunjung ke Dataran Tinggi Dieng. Mataku berbinar melihat deretan lahan terasering dengan berbagai jenis sayuran yang tumbuh lebat. Terpaan angin sejuk yang menyelimuti tubuh menjadi pertanda Dieng semakin dekat. Meski sering kali perjalanan ditemani bau kawah yang menyengat, aku tetap mencintai Dieng tanpa sekat.

Dieng tak hanya memiliki destinasi wisata yang memesona, kekayaan alam yang melimpah, dan budaya yang beragam. Negeri Kahyangan juga mempunyai hewan unik yang pernah diikutsertakan dalam rangkaian acara Dieng Culture Festival (DCF) tahun 2018 dan 2019. Yap, namanya domba Batur.


Domba Batur Asli dari Banjarnegara

Domba batur
Proses Pencukuran Bulu Domba Batur

Ada yang pernah melihat domba Batur? Domba yang memiliki bulu berwarna putih dan tidak bertanduk baik jantan maupun betina ini merupakan hasil persilangan antara domba merino dengan domba ekor tipis. Diberi nama domba Batur karena habitatnya berada di Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara.

Kabarnya, dulu sekitar tahun 70-an Presiden Soeharto menyerahkan bantuan ratusan ekor domba merino yang berasal dari Australia untuk dikembangbiakkan di Dieng. Oleh warga setempat, domba merino dikawinkan dengan domba gembel asli Dieng sehingga menghasilkan domba Batur yang kita kenal hingga sekarang.

Kecamatan yang memiliki jarak 42 kilometer dari pusat Kota Banjarnegara ini menjadi rumah bagi domba Batur karena mereka hanya cocok dipelihara di dataran tinggi dengan hawa sejuk. Sayangnya, populasi domba Batur terus menurun sekitar 15 persen setiap tahunnya. Jumlahnya kini tak sampai 10.000 ekor. 

Bentuk edukasi untuk pelestarian domba Batur dilakukan oleh Dinas Pertanian setempat dengan menggelar Festival Domba Batur pada rangkaian acara DCF. Dalam festival tersebut, para peternak diuji kemampuannya untuk mencukur bulu domba baik secara manual menggunakan gunting, atau memakai alat cukur elektrik yang lebih modern. Dengan adanya acara tersebut diharapkan semakin banyak warga yang tertarik untuk membudidayakan domba Batur.

Bulu domba yang tebal dicukur setiap 6 bulan sekali untuk mencegah perkembangbiakkan bakteri, agar domba tidak stres, dan tidak terjadi kebutaan. Bulu domba akan dipotong searah mulai dari bawah perut sampai ke atas. Domba akan merasa sangat nyaman saat bulunya dicukur, loh. Tapi setelah itu mungkin saja dia akan merasa kedinginan karena bulunya berubah menjadi sangat tipis. Padahal Dieng dinginnya minta ampun. Wah, jangan kamu bayangkan domba yang kedinginan setelah dicukur, ya. 😂


Cara Membuat Lukisan dari Bulu Domba

Lukisan Bulu Domba Batur
Proses Pembuatan Lukisan Bulu Domba Batur

Bulu domba setelah dicukur apakah dibuang begitu saja? Dulu bulu domba memang limbah. Namun saat ini dapat diolah menjadi kerajinan mewah. Bulu domba dapat dibuat menjadi boneka, gantungan kunci, bros, hiasan bunga, sebagai isian bantal/kasur, dan lukisan. 

Bulu domba jadi lukisan? Bagaimana cara membuatnya? Cukup simpel namun butuh ketelatenan. Begini langkah-langkahnya.
  1. Potong bulu domba setiap 6 bulan sekali.
  2. Bulu dikumpulkan berdasarkan ketebalannya. Tujuannya agar saat menjemur keringnya merata.
  3. Setelah dipilah, cuci bersih menggunakan deterjen. Bisa juga tambahkan pewangi sebelum menjemur, ya. Karena kamu tahu kan domba baunya seperti apa? 
  4. Jemur bulu domba hingga kering.
  5. Siapkan pewarna tekstil yang telah dicampur dengan air dan asam asetat. Senyawa asam asetat dibutuhkan agar warna bulu lebih pekat dan tahan lama. 
  6. Rebus bulu domba yang telah kering dengan pewarna tersebut selama 10 menit.
  7. Setelah diberi warna dan kering, bulu domba perlu disisir terlebih dahulu agar rapi.
  8. Bulu sudah siap, saatnya membuat sketsa lukisan yang diinginkan di atas kertas silk.
  9. Lalu ambil sedikit demi sedikit bulu dombanya dan tusuk-tusuk dengan jarum bergerigi sesuai pola sampai menempel.
  10. Ketika semua pola telah terisi, setrika lukisan agar lebih rapi dan menempel dengan sempurna.
  11. Beri bingkai untuk memperindah lukisan.
Jadi, untuk membuat lukisan berbahan bulu domba dari nol, peralatan yang dibutuhkan adalah alat cukur bulu, sisir bulu, jarum, gabus untuk alas saat menusukkan jarum, dan kertas silk. 

Hasil Produksi Olahan Bulu Domba Batur
Produk Kerajinan Bulu Domba dari Kelompok Maju Bersama

Di Batur sendiri ada kelompok yang mengolah bulu domba menjadi kerajinan seperti lukisan, boneka, dan gantungan kunci. Namanya Kelompok Maju Bersama. Sayangnya, kelompok ini tidak rutin membuat kerajinan tersebut. Kendala yang dialami seperti mayoritas industri lain yaitu pemasaran. Ya, mereka memang belum memiliki akses untuk menjangkau pasar yang menyukai kerajinan seperti ini. 

Kita semua tahu kalau produk kerajinan seperti lukisan bukanlah kebutuhan primer atau sekunder. Sehingga tidak setiap hari ada orang yang membelinya. Saat aku datang ke lokasi produksi, perajin mengatakan bahwa Dinas Pertanian setempat pernah membantu pemasaran produk mereka yaitu melalui kegiatan pameran peternakan. Namun, setelah lukisan dibawa, tak ada kabar lagi lukisannya laku atau tidak. 

Padahal sayang sekali, ya, jika potensi besar yang dimiliki tersebut tidak dikembangkan. Apalagi kita tahu dengan jumlah domba yang mencapai ribuan pasti menghasilkan bulu yang sangat banyak setiap tahunnya. 

Aku pribadi berharap industri pengolahan bulu domba Batur dapat berkembang lebih baik sehingga masyarakat termotivasi untuk membudidayakan hewan tersebut. Aku juga berharap domba dengan genetik bagus tidak dijual ke luar Banjarnegara sehingga populasinya dapat terus bertambah dan menjadi daya tarik tersendiri untuk agro wisata di kawasan Dataran Tinggi Dieng.

You Might Also Like

12 comments

  1. Wah keren ya...harus segera diagendakan wisata ke Dieng nih..

    BalasHapus
  2. Ya ampuuunn dombanya super gumusshhhh
    lebat kali bulunya yak, lucuukk mirip kucing jadinya :D
    Ini pasti aku sibuk pepotoan ama si domba kalo "kopdar" wkwkwk

    BalasHapus
  3. Kalau tidak salah ada Lomba Domba Batur saat Dieng Festival beberapa th lalu..Ah, jadi kangen ke Dieng lagi. Oya, lukisan bulunya bagus deh!

    BalasHapus
  4. Iiih... aku baru tau tentang domba2an. Keren ya... kreatif dan memanfaatkan limbah itu memang hebat ��

    BalasHapus
  5. unik dan kreatif ya.
    namun sayang belum mendapatkan pasaran seperti harapan.
    semoga kedepannya banyak yang melirik kerajinan ini juga untuk dikoleksi ya :D

    BalasHapus
  6. Hasil krestivitas lukisan dari bulu domba Batur dan aneka kerajinan lain harus dibantu pemasarannya oleh generasi mudanya. Setidaknya menyebarkan informasi melalui media sosial. Mudah-mudahan segera menemukan jalan keluarnya ya mba. Sayang banget soalnya.

    BalasHapus
  7. MashaAllah,
    Cantik-cantik sekali kerajinan dari bulu domba Batur. Mengagumkan dengan warna-warni yang indah dan dijadikan berbagai macam kreasi seni yang bernilai jual tinggi.

    BalasHapus
  8. Bagus sekali kerajinan dari bulu domba Batur. Hasrat ingin memiliki hahayyy. Btw aku baru tau kalau ada jenis domba Batur. Tapi sayang jumlahnya semakin menurun ya, mbak. Semoga segera ketemu solusi utk mengatasi persoalan ini. Aamiin

    BalasHapus
  9. duh, kreatif banget ya, sampe bulu domba bisa jadi sebuah karya yg keren. semoga orang disana dapat menjual karyanya dengan harga yg pantas. soalnya kelihatan bgt susahnya bikin karya kaya begini.

    BalasHapus
  10. cantik cantik ya hasil lukisan, boneka dan gantungan kunci, padahal dari limbah bulu domba yaa. Keren banget.

    BalasHapus
  11. Ahh...aku suka kalau yang tadinya limbah kemudian dimanfaatkan. Udah ada pemetaan pemasaran belum, nih? Kira-kira daerah mana yang banyak minta kerajinan ini. Biar masarkannya mudah. Qiqiqi

    BalasHapus
  12. makanya pas lihat dombanya kok mirip Merino, ternyata hasil kawin silang Merino dan Gembel yaa.. lucu banget jadinya..

    btw cantik ya bulunya, apalagi dibikin mainan itu, gemes!

    BalasHapus