Hulu Kopi Banjarnegara

Kopi Banjarnegara
Kopi Banjarnegara (Foto: Bimalukar Coffee)

Ketika ditanya daerah penghasil kopi di Indonesia, mana yang akan kamu sebutkan? Gayo, Kintamani, Lampung, atau Toraja? Jika kamu menjawab demikian, wajar saja. Daerah tersebut memang menjadi kawasan penghasil kopi terbesar di Indonesia. Sebenarnya, banyak wilayah di Indonesia yang menghasilkan kopi, baik robusta maupun arabika. Salah satu penghasil kopi di Jawa Tengah yaitu Kabupaten Banjarnegara. Ada yang sudah pernah mencoba cita rasa kopi Banjarnegara? 

Banjarnegara termasuk daerah yang rawan terjadi longsor, lho. Dilansir dari metrotvnews, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan hampr 80 persen wilayah kabupaten yang terkenal dengan dawet ayunya ini berpotensi longsor. Oleh karena itu, Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Banjarnegara bersinergi untuk mengembangkan kopi melalui program Local Economic Development (LED) Kopi di Desa Babadan, Kecamatan Pagentan. Program tersebut resmi diluncurkan pada Februari 2019. Dengan dicanangkannya penanaman satu juta bibit kopi oleh BI, diharapkan dapat menguntungkan masyarakat dari segi ekonomi dan ekologi.

Lalu, jika ingin mencari kopi bubuk dalam kemasan dari Banjarnegara, kemana harus mencarinya? Bimalukar Coffee jawabannya!

Tentang Bimalukar Coffee

Bimalukar Kopi Banjarnegara
Bimalukar Coffee

Diresmikan sejak tahun 2016, Bimalukar Coffee sekarang telah menjalin kerja sama dengan banyak petani kopi di Banjarnegara. Bukankah bimalukar merupakan nama mata air sungai serayu yang ada di Dieng? Betul sekali. Nama tersebut dipakai oleh Herlina, Ristia, dan Danu untuk nama produk kopi bubuk kemasan dengan harapan dapat menjadi hulu perkopian di Banjarnegara. Mari kita aminkan doanya!

Ketika tahu kalau pemilik usaha yang beralamat di Desa Gemuruh RT 003 RW 009 ini awalnya adalah dua orang perempuan cantik, timbul pertanyaan dalam benak saya. "Kenapa pada akhirnya memilih kopi sebagai teman hidup?" Ternyata semua berawal dari sebuah tantangan. Herlina dan Ristia yang baru lulus dari Institut Pertanian Bogor (IPB), ditantang oleh petani untuk memasarkan kopi yang baru mereka panen. Hal ini dikarenakan red cherry hasil panen biasanya lebih banyak dijual ke Wonosobo. Melihat banyaknya penikmat kopi Banjarnegara, mereka pun menerima tantangan tersebut. Hasilnya bagaimana? Kini kapasitas produksi green bean dan bubuk Bimalukar Coffee mencapai 70 kg per bulan.

Jenis kopi Banjarnegara yang diproduksi oleh Bimalukar Coffee adalah robusta dan arabika. Ada yang tahu perbedaan keduanya? Yap, robusta dominan rasa pahit sedangkan arabika cenderung asam. Tanaman kopi robusta dapat tumbuh pada ketinggian kurang dari 1000 mdpl. Sedangkan arabika kebalikannya. Ia tumbuh di ketinggian lebih dari 1000 mdpl. Semakin tinggi daerah tanam kopi arabika, maka semakin asam pula rasanya. Oh iya, cita rasa kopi bukan hanya dipengaruhi oleh ketinggian wilayah tanam, ya. Tapi juga dari proses pasca panennya. For your information, kopi arabika Banjarnegara, tepatnya dari daerah Kalibening, pernah menjuarai Festival Kopi Nusantara pada tahun 2017, lho. Keren!

Selain dijual sendiri dalam bentuk bubuk kemasan, Bimalukar Coffee juga menjadi pemasok kopi untuk Historia Cafe, Kopi Sabin, Warkope Nyong, dan Nangkringan. Untuk memperkenalkan kopi Banjarnegara secara luas, Herlina dkk mengikuti kegiatan pameran baik yang difasilitasi oleh pemerintah maupun swasta. Pameran yang pernah diikuti antara lain fasilitasi BAPPEDA di Mall Paragon Semarang dan Pemalang, pameran di TMII Jakarta dengan Dinas Ketahanan Pangan, dan pameran di Temanggung bersama The Pikas.

Keunggulan Bimalukar Coffee

Bimalukar Kopi Banjarnegara
Keunggulan Bimalukar Coffee

1. Banyak Jenis
Kopi arabika dan robusta yang diproduksi berasal dari berbagi daerah di Banjarnegara seperti Senggani, Kubang, Pejawaran, Pesangkalan, Balun, Kalibening, Sarwodadi, Grogol, dan Wanayasa. Banyak sekali pilihannya. Pantas tidak kalau Bimalukar Coffee disebut sebagai surganya kopi Banjarnegara?

2. Memiliki Legalitas Usaha
Legalitas sangat penting jika ingin usahanya berkembang dan naik kelas. Kini Bimalukar Coffee sudah memiliki beberapa izin seperti sertifikat Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT) dari Dinas Kesehatan, halal dari LPPOM MUI, hak merek dari Kemenkum HAM, dan Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK). Sekarang eranya konsumen cerdas di mana mereka sangat memerhatikan izin edar makanan/minuman. Konsumen akan merasa terlindungi jika produk yang mereka beli telah memiliki izin tersebut. Jadi, Anda tidak perlu khawatir karena izin yang dimiliki Bimalukar Coffee ini sudah lengkap.

3. Tersedia Online dan Offline
Untuk menjangkau pasar luar daerah, Bimalukar Coffee bisa dibeli secara online melalui marketplace Dipayuda. Yang malas gerak atau domisili luar kota, langsung saja order lewat online. Untuk area Banjarnegara kota bisa COD-an juga, lho. Kini, mencari kopi Banjarnegara semudah menjentikkan jari. Untuk offline teman-teman bisa mendapatkannya di Kopi Sabin, Kutabanjarnegara.

4. Harga Terjangkau
Harga yang ditawarkan mulai dari dua puluh ribuan dengan berat 100 gram. Mengingat prosesnya yang panjang dari menanam hingga menjadi bubuk, serta perawatan yang menggunakan kasih sayang, harga tersebut tergolong murah bukan?

Bagaimana, tertarik untuk mencoba dan menjadi pelanggan kopi Banjarnegara?

You Might Also Like

7 komentar

  1. Wah komplit banget informasinya mba.. Keren nih, meski tulisannya panjang tapi nggak ngebosenin

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  3. Keren mba tulisannya, semoga semakin banyak yang membaca ya mba 😊

    BalasHapus
  4. Eh gak bosen dong buat datang dan baca lagi ✨ Tulisannya keren mba Sovi, informatif tapi tetep bikin betah buat baca sampai tuntas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Awwww, thank you Mbak Nurus yang keren juga. Sukses selalu. ❤️

      Hapus