Brand Lokal x Aktor Korea

Siapa yang suka nonton drama atau film Korea? Pasti hapal, dong, nama-nama aktornya. Apalagi kalau ada yang ganteng-ganteng, kan. Seandainya aktor Korea favorit kamu kolaborasi dengan brand lokal dari Indonesia, gimana perasaanmu? Pasti senang dan bangga, ya? 

Cepatnya perkembangan teknologi dan arus informasi memang menyebabkan terjadinya akulturasi budaya antara Indonesia dengan Korea Selatan. Anak-anak SMP di sekitar tempat tinggalku bahkan banyak sekali yang mengidolakan artis Korea. Terkadang, mereka juga meniru cara berpakaian atau cara berbicara idolanya. Semoga masuknya budaya asing ini tidak melunturkan budaya lokal, ya.

Percepatan teknologi tak hanya membuat kita mudah dalam mengakses informasi seputar drama, film, atau musik Korea Selatan. Namun juga segala aktivitas, termasuk salah satunya berbelanja. Apapun yang kita ingin beli, bisa didapatkan dengan mudah dalam satu sentuhan jari. 

Kalau dulu orang ingin menikmati kue cucur harus jalan beberapa kilometer ke pasar. Sekarang mau beli produk yang jauh di Korea tinggal pencet gawai. Tidak ada lagi sekat ruang dan waktu dalam penjualan sebuah produk.

Maka dari itu, perkembangan pemasaran sebuah produk kini telah bergeser dari traditional marketing ke digital marketing. Alhasil, pemanfaatan media sosial dan website menjadi tren pada banyak perusahaan. Internet dan dunia digital adalah lahan bisnis yang menjanjikan. 

Aku masih ingat betul dulu waktu mata kuliah manajemen pemasaran ada yang namanya Marketing Mix. Kalian pernah dengar juga? Nah, biasanya untuk usaha dibidang produk, bukan jasa, kita mengenalnya dengan 4P (Product, Price, Place, and Promotion). Kita bahas dulu sedikit tentang 4P sebelum ke aktor Korea lagi, ya. 😂


Marketing Mix 4P


Marketing mix atau bauran pemasaran merupakan variabel penentu suksesnya strategi pemasaran sebuah produk untuk mengejar keuntungan. Pada sebuah perusahaan, pemasaran merupakan ujung tombak, loh. Sebagus apapun produknya, kalau pemasarannya tidak efektif, ya, percuma. Perusahaan tidak akan survive kalau tidak ada profit. Betul, kan?

Dalam digital marketing, apakah konsep 4P masih berlaku? Tentu saja. Saat memutuskan untuk menjual produk, baik secara tradisional maupun digital, kita dituntut untuk memastikan konsep 4P ini sudah jelas arahnya ke mana. Kita coba bedah satu-satu, ya, 4P itu apa saja.

Product (Produk)
Produk merupakan segala sesuatu yang ingin ditawarkan ke calon konsumen. Penting bagi produsen untuk membuat produk yang sesuai dengan kebutuhan atau keinginan pasar. Oleh karena itu, sebelum merancang produk, produsen biasanya melakukan riset pasar terlebih dahulu. Jangan lupa beri keunikan atau kelebihan produk kamu dibanding dengan kompetitor dan tawarkan manfaat produk bagi konsumen.

Price (Harga)
Dalam menentukan harga ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain cost atau biaya yang dikeluarkan untuk membuat produk tersebut. Lalu kompetitor. Lagi-lagi kita harus melihat berapa harga yang ditetapkan oleh kompetitor dengan produk yang sejenis. Ketiga adalah manfaat yang akan didapatkan oleh konsumen. Jika harga yang ditentukan lebih mahal sedikit dari kompetitor, tentu kita harus memberikan manfaat yang lebih.

Place (Tempat)
Di era digital seperti sekarang, selain punya toko fisik, kamu juga perlu memilih platform penjualan. Apakah melalui media sosial, website sendiri, atau marketplace? Ketiganya dapat berjalan beriringan atau memilih salah satunya saja. Semua disesuaikan dengan sumber daya manusia dan anggaran pemasaran yang dimiliki. 

Promotion (Promosi)
Nah, pada variabel ini kita harus menentukan konsep promosi, media yang akan digunakan, dan anggaran untuk mencapai profit tertentu. Selain mendapatkan keuntungan, promosi juga bertujuan untuk membentuk brand image, mengomunikasikan produk baru, memotivasi, atau menghibur calon konsumen. Selain menggunakan media cetak, televisi, radio, atau media online, beberapa merek ternama juga menggandeng artis, atlet, atau tokoh besar untuk menjadi brand ambassador produk mereka, loh. Duta merek ini diharapkan dapat memengaruhi keputusan membeli calon konsumen. Lalu, seberapa besar pengaruh brand ambassador terhadap pemasaran produk?


Pengaruh Brand Ambassador Terhadap Pemasaran Produk

Brand Lokal x Aktor Korea

Penggunaan brand ambassador untuk mengenalkan produk sebuah perusahaan bukan strategi baru, ya. Pemilihannya jelas dilatarbelakangi oleh citra positif, seperti prestasi yang dimiliki oleh si brand ambassador. Jangan lupa juga untuk sesuaikan dengan target pasarnya.

Banyak perusahaan yang sudah menggunakan brand ambassador untuk pemasaran produk mereka dan terbukti efektif. Aku juga pernah, loh, mencari merek suatu biskuit ke beberapa minimarket karena salah satu penyanyi favoritku juga suka biskuit itu. Lalu, kamu tentu masih ingat, ya, beberapa waktu lalu ada restoran fast food yang bekerja sama dengan boy band asal Korea. Antrian panjang pembeli terjadi di mana-mana sampai ada yang dibubarkan petugas Satpol PP. Terbukti pengaruh brand ambassador sangat besar terhadap keputusan membeli calon konsumen. Yang tadinya tidak butuh, jadi beli karena ada artis favorit kita. 

Selain memengaruhi keputusan membeli, seorang brand ambassador juga dapat berpengaruh terhadap brand image, loh. Hal itu dikarenakan kepribadian seorang duta merek yang akan berpengaruh pada gambaran atau persepsi orang tentang sebuah brand. Jadi, seandainya kamu punya usaha, siapa orang yang akan kamu jadikan brand ambassador? Apakah akan berkolaborasi artis Korea yang kamu suka? 😄

Oh iya, baru-baru ini aku dengar ada salah satu brand lokal yang akan berkolaborasi dengan dengan aktor dari Negeri Gingseng. Kira-kira siapa, ya?


Brand Lokal X Aktor Korea

Scarlett Whitening X Song Joong-Ki

Korean wave atau gelombang Korea menjadi fenomena yang menarik di Indonesia. Budaya Korea telah banyak berpengaruh pada kehidupan sosial masyarakat melalui drama, film, atau musik. Hal ini pula yang menjadi penyebab munculnya tren baru perusahaan dalam menggunakan strategi pemasaran. 

Sudah banyak, ya, perusahaan lokal yang bekerja sama dengan artis Korea untuk project iklan produk mereka. Nah, ini kabarnya mau ada lagi brand lokal yang menggandeng Oppa. Karena aku orangnya kepo, akhirnya aku berusaha mencari siapa sih brand itu? Dan siapa pula aktornya? Siapa tahu aktor favorit aku juga kan. 😂

Untuk menjawab rasa penasaranku, aku nonton channel YouTube pemilik brand-brand besar di Indonesia yang kemungkinan ada peluang. Siapa tahu mereka bikin konten yang menyinggung soal aktor Korea. Terus aku dapat, nih, salah satu konten YouTube-nya "FELITOgether Official" yang Feli nge-prank Hito katanya ngidam pengin video call sama salah satu aktor Korea favoritnya. Lucu si Hito kaya polos gitu di prank dan baik banget mau nurutin kemauan istrinya. Sampai Hito telepon temannya, Raymond, yang ada di Korea. Dia minta tolong buat mewujudkan keinginan istrinya.

Di video tersebut, Feli tidak menyebutkan siapa aktor Korea yang ingin dia ajak video call. Dia hanya memberi clue kepada Hito kalau aktor tersebut ada di drama yang terakhir mereka tonton. Feli pun mengajak viewers untuk menebak, siapa aktor Korea tersebut? Berhubung aku tidak ada gambaran sama sekali, aku pun mencari jawaban di kolom komentar. Ternyata banyak yang nebak Song Joong-Ki.

Dari konten tersebut aku jadi nebak-nebak. Apa mungkin brand lokal yang di maksud adalah Scarlett Whitening? Dan artis Korea-nya adalah Song Joong-Ki? Daebak! Kalau itu terjadi pasti kaum hawa pada girang banget, nih. Kira-kira betul atau tidak, ya, tebakan aku?

Kalau menurut kamu, siapa brand lokal yang akan kolaborasi dengan aktor Korea?