Tetap Terhubung Meski Terhalang Jarak

Januari 25, 2022
TPL APP 2014

Memiliki teman kuliah dari berbagai daerah adalah sebuah anugerah. Tujuh tahun lalu, Allah mempertemukan ku dengan 29 orang dari beragam suku dan latar belakang. Tiga tahun bersama, kami sudah seperti keluarga. Sangat dekat tanpa sekat. Bukan hanya di lingkungan kampus, tapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Tidak ada kata canggung atau jaim dalam kamus kami. Mereka tahu keburukan ku, begitupun sebaliknya.

Mengenal mereka membuatku bukan hanya belajar tentang kebudayaan suku lain, tapi juga mengajarkan ku arti toleransi yang sesungguhnya. Maklum, logat dan bahasa kami berbeda, kebiasaan kami pun tak sama. Maka, menghormati satu sama lain adalah sebuah keharusan agar tetap terjalin kerukunan.


Suka Cita Memiliki Teman dari Seluruh Nusantara

TPL APP 2014

Tadinya, aku berniat untuk menuliskan sub judul 'suka duka' dalam tulisan ini. Setelah aku berpikir ternyata tidak ada duka yang aku rasakan selama berteman dengan mereka. Hmmm, berselisih paham sangat mungkin dan wajar, ya. Tapi tidak sampai memutus hubungan silaturahmi kami, kok. 

Selama tiga tahun, jika ada yang sakit, kami saling mengobati satu sama lain. Saling memberi ketika ada yang membutuhkan. Menjadi tempat bersandar untuk mereka yang sedih. Jalan bersama saat kami bersuka cita. 


Setiap libur semester genap kami pulang ke daerah masing-masing. Uniknya, saat kembali ke Jakarta, kami berkumpul dan saling mencicipi oleh-oleh makanan khas daerah yang dibawa. Temanku dari Agam, Sumatera Barat membawa rendang. Beneran rendang asli Padang, loh. Rasanya beda sama yang di rumah makan. Yang dari Banjarbaru dan Bontang memberiku amplang. Sebuah makanan ringan khas Kalimantan yang terbuat dari ikan.

Eva dari Bengkulu kembali ke Jakarta dengan membawa tempoyak, makanan hasil fermentasi dari buah durian. My roommate, Evi, biasanya bawa gutel. Sebuah kudapan khas Gayo Lues, Aceh, yang terbuat dari tepung beras, kelapa, dan gula merah yang dibungkus menggunakan daun pandan. 

Bella yang berasal dari Sumbawa, NTB, membawa permen susu kuda liar. Di Sumbawa memang banyak kuda liar katanya. Terus susunya diolah menjadi permen. Biasanya, banyak sekali permen susu kuda yang ia bawa. Lalu dibagikan ke teman-teman yang mau. Masih banyak makanan Nusantara yang aku coba. Contohnya, aku sudah mencoba makanan olahan buah pala dari Maluku Utara, keripik tempe dari Blora, keripik pisang dari Lampung, dan masih banyak lagi. Pokoknya setelah libur semester genap menjadi kesempatan emas kami untuk bertukar cenderamata.

Dieng

Yang lebih menyenangkan lagi, teman-temanku ini banyak yang sudah pernah main ke Banjarnegara. Beberapa menginap di rumahku, lalu kami wisata ke Dieng. Aku coba ingat-ingat dulu. Kalau tidak salah yang pernah main ke rumahku itu Eva dari Lebong, Bengkulu; Evi dari Gayo Lues, Aceh; Bella dari Sumbawa, NTB; Dwika dari Pasuruan, Jatim; Ian dari Mamuju, Kalbar; Mirjen dari TTS, NTT; Rudi dari Aceh Singkil; Faat dari Bontang, Kaltim; Dayat dari Agam, Sumbar; Fikri dari Pasuruan, Jatim; dan Ricky dari Manado, Sultra. Banyak juga, ya. 😃

Semoga nanti aku bisa gantian main ke rumah kalian, Guys! Aamiin. Setelah lulus, kami kembali ke daerah masing-masing. Berpisah dengan mereka yang sudah seperti keluarga. Eits, tenang saja silaturahmi kami tetap terjaga, kok.


Tetap Terhubung Meski Terhalang Jarak

TPL APP 2014

Meski saat ini kami terpisah oleh jarak antar kota bahkan pulau, kami tetap menjalin komunikasi. Melalui WhatsApp Group, kami saling berkabar atau sekadar menyapa. Terkadang, kami juga bernostalgia dengan foto-foto receh beberapa tahun silam. Saat kami masih kurus dan dekil hahaha. Kenangan itu menjadi sangat berharga meski dulu dianggap biasa saja.

Belum lama ini, aku mendapat kabar bahagia dari beberapa teman yang lulus tes CPNS. Pada percobaan pertamanya, banyak yang dinyatakan lulus. Tinggal satu tahap saja, pemberkasan. Mudah-mudahan mereka lulus sampai tahap akhir dan mendapatkan apa yang mereka inginkan. Ikut bahagia rasanya.

Jarak bukan penghalang kami untuk saling membantu. Awal Januari kami dikejutkan dengan berita gempa cukup dahsyat di Mamuju, Sulawesi Barat. Ingat salah satu dari kami, Ian namanya, ada yang tinggal di sana, kami langsung mencoba menghubunginya. Nihil. Nomornya tidak aktif. Sedangkan beberapa media sudah merilis bahwa kerusakan bangunan di sana cukup parah. Kami khawatir dengan kondisi Ian. Beberapa orang menghubungi teman Ian yang ada di Mamuju. Keesokan harinya baru didapatlah informasi bahwa Ian baik-baik saja. Sedang berada di pengungsian karena rumahnya rusak parah. Alhamdulillah. Kami bersyukur dia sekeluarga selamat.

Setelah mengetahui kondisinya, kami pun berinisiatif untuk membantu Ian. Tidak banyak yang dapat kami bantu, tapi setidaknya Ian tahu bahwa dia tidak akan pernah sendirian menjalani cobaan hidup. Saat ini kondisinya alhamdulillah sudah lebih baik. Tetap semangat, Ian!

Hal-hal kecil seperti ini membuat kami tetap merasa dekat meski terhalang jarak. Untungnya teknologi dan internet makin canggih sehingga kami tetap terhubung satu sama lain. 


No Drama No Ribet Bersama Smartfren Unlimited

Smartfren Unlimited

Siapa yang saat ini selalu mengandalkan internet untuk kegiatan sehari-hari? Aku sih yakin banget kalau most people in the world saat ini bergantung pada internet. Sekolah, bekerja, nonton film, dengar musik, main games, dagang, urusan administrasi, sampai mencari resep masakan saja mengandalkan internet. 

Apa jadinya jika internet tidak ada di bumi ini? Untuk tahu kabar temanku yang tinggal di NTT misalnya, masa harus kirim surat kaya zaman dulu yang entah kapan dapat balasannya. Jika internet tidak ada, sudah pasti saat ini aku tidak menjadi narablog, ya. Hahaha.


Kebutuhan generasi saat ini yang selalu keep connected dengan internet membuat Smartfren meluncurkan paket Smartfren Unlimited terbaru. Pelanggan akan diberi bonus dobel fair usage policy (FUP). Promo dua kali lebih besar ini akan memberikan kenyamanan bagi pengguna setia Smartfren sehingga internetan jadi no drama no ribet.

Rincian dan harga paket internet Smartfren Unlimited terbaru sebagai berikut.
  • Smartfren Unlimited Harian Rp80.000: 1 GB per hari tambah bonus dobel FUP 1 GB per hari;
  • Smartfren Unlimited Harian Rp100.000: 1,5 GB per hari tambah bonus dobel FUP 1,5 GB per hari;
  • Unlimited Harian Rp22.500 berlaku 7 hari;
  • Unlimited Harian Rp40.000 berlaku 14 hari; dan
  • Unlimited Harian Rp60.000 berlaku 28 hari.
Setiap pembelian paket internet Smartfren, kamu akan mendapatkan SmartPoin yang nantinya dapat ditukar dengan berbagai hadiah menarik seperti makanan, minuman, paket internet, pulsa, dan lain-lain. 

Dalam virtual press conference peluncuran Smartfren Unlimited terbaru, hadir pula grup musik UN1TY. Smartfren saat ini telah resmi menggandeng grup musik yang beranggotakan 8 orang itu menjadi brand ambassador. UN1TY dinilai memiliki semangat yang sama dalam kokreasi dan kolaborasi, sekaligus menguatkan Smartfren sebagai brand yang membuka peluang industri kreatif.

Dengan adanya Smartfren Unlimited terbaru ini kegiatan digital ku jadi makin lancar. Aku juga bisa keep in touch dengan teman-teman kuliah yang saat ini berdomisili di berbagai daerah.

2 komentar:

  1. masa masa itu tak terlupakan hehe banyak pelajaran yang bisa kita ambil yah

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.